Kenapa Vitamin C Sangat Penting?
Pentingnya Vitamin C
Ya! Vitamin C sangat diperlukan oleh tubuh. Saya terpancing untuk membahasa materi Kenapa Vitamin C Sangat Penting? karena banyak orang yang sekadar tahu saja tanpa mau mengerti lebih jauh, terutama takaran dalam konsumsi. Ini menjadi penting karena kita tidak bisa sembarangan dalam mengonsumsi sesuatu meski itu terlihat baik bagi kita. Let's Go To The Point..
Vitamin C merupakan nutrisi vital bagi kesehatan. Ia membantu dalam pembentukan dan perawatan tulang, kulit, dan pembuluh darah. Vitamin C umumnya ditemui pada beberapa makanan khususnya buah-buahan dan sayuran serta dalam bentuk suplemen vitamin C.
Vitamin C memiliki nama lain seperti L-ascorbic acid, ascorbic acid, atau L-ascorbate.
Apa Itu Vitamin C dan Kenapa Kita Membutuhkannya?
Vitamin, termasuk juga vitamin C, adalah senyawa organik. Senyawa organik adalah salah satu yang terdapat dalam mahluk hidup dengan karbon dan oksigen sebagai penyusunnya.
Vitamin C mudah larut dalam air dan tubuh tidak dapat menyimpannya. Untuk membantu menjaga kadar vitamin C, manusia membutuhkan kebutuhan harian dalam bentuk makanan yang mengandung cukup vitamin C.
Vitamin C berperan penting dalam mengontrol sejumlah fungsi tubuh seperti produksi kolagen, L-carnitine, dan beberapa neurotransmitters. Hal tersebut membantu metabolisme dari protein, dan aktivitas antioksidan yang dapat mengurangi risiko kanker.
Kolagen, yang dibantu produksinya oleh vitamin C, adalah komponen utama yang menghubungkan jaringan ikat dan mengandung protein tinggi pada mamalia. Antara 1-2% dari jaringan otot adalah kolagen. Kolagen merupakan komponen vital dalam jaringan fibrosa seperti, tendon, ligament, kulit, kornea, tulang, lambung, pembuluh darah.
Pada kasus penyembuhan luka, penelitian yang dilakukan sejak tahun 1942 menunjukkan bahwa luka membutuhkan waktu yang lama untuk disembuhkan jika orang tersebut memiliki penyakit scurvy.
Scurvy adalah penyakit dimana seseorang mengalami kekurangan vitamin C. gejala yang timbul seperti gusi berdarah, sendi yang bengkak, gigi keropos, anemia, dan mudah lelah.
Penyakit scurvy dapat terjadi pula pada orang yang mengalami kelebihan atau mengonsumsi vitamin C dalam dosis tak wajar.
Penyembuhan Luka, Infeksi, dan Tuberkolosis
Pada tahun 1982, peneliti menyimpulkan bahwa luka, sayatan, dan tergores dapat disembuhkan dengan cepat pada orang yang memiliki atau mengonsumsi vitamin C yang tinggi pada makanan. Hal ini mungkin disebabkan oleh kontribusi vitamin C dalam pembentukan kolagen.
Kegunaan vitamin C sebagai antioksidan juga dapat membantu memperbaiki jaringan dan mengurangi kerusakan akibat inflamasi dan oksidasi.
Orang yang memiliki kadar vitamin C yang cukup akan lebih mudah untuk melawan infeksi daripada mereka yang kurang dalam mengonsumsi vitamin C.
Vitamin C juga dapat membantu mencegah infeksi pernapasan akut, terkhusus bagi mereka yang mengalami malnutrisi dan mereka yang mengalami stress.
Peneliti juga menemukan vitamin C dapat menjadi pembunuh bakteri tuberkolosis (TB) yang resiten terhadap obat. Penelitian yang dipublikasi pada tahun 2013 menyebutkan bahwa dengan menambahkan vitamin C pada obat TB dapat mempersingkat waktu terapi penyembuhan.
Vitamin C dan Terapi Kanker
Vitamin C dapat membantu mengobati kanker. Sebagai antioksidan, ia melindungi tubuh dengan cara melawan oksidasi berlebih dalam tubuh dan membantu mencegah oksidasi pada otot.
Reaksi oksidasi memproduksi radikal bebas. Radikal bebas ini dapat memicu reaksi berantai yang merusak sel-sel tubuh.
Dosis vitamin C yang tinggi diketahui dapat menurunkan kecepatan pertumbuhan dari beberapa tipe jaringan kanker. Penerliti telah mengusulkan penggunaan vitamin C pada pasien kanker sebagai pilihan pengobatan yang terbatas.
Lebih jauh, penelitian lanjutan dibutuhkan untuk mengetahui apakah kanker dapat dipengaruhi oleh vitamin C serta efektivitas lain dalam pengobatan yang memiliki hubungan dengan vitamin C sebagai dampak jangka panjang dari penelitian tersebut.
Pada tahun 2013, peneliti mendapatkan bukti bahwa vitamin C dosis tinggi dapat membantu pasien kanker. Sebuah studi di tahun 2015 membenarkan efektivitas dari vitamin C tersebut.
National Cancer Institute melaporkan beberapa studi yang menggunakan vitamin C dosis tinggi secara berkala dengan beberapa efek samping.
Beberapa dokter mendukung hal itu dan mereka telah menggunakan terapi tersebut.
“Penelitian baru-baru ini telah menunjukkan bahwa tingginya dosis vitamin C yang dikonsumsi dapat menghentikan pertumbuhan atau bahkan dapat membunuh sel kanker dalam skala besar. Hanya saja prosedur penggunaannya dilakukan secara berkala sehingga vitamin C yang terakumulasi dalam tubuh cukup (tinggi) efektif melawan kanker.” Jelas Dr. Ronald Hoffman
Manfaat Lain dari Vitamin C
- Kesehatan Kardiovaskular: vitamin C dapat membantu melebarkan pembuluh darah, hal ini dapat mencegah seseorang dari penyakit jantung dan hipertensi atau tekanan darah tinggi.
- Kadar kolesterol: kolesterol yang rendah ditemukan pada mereka yang mengonsumsi cukup vitamin C.
- Katarak: vitamin C dapat membantu menurunkan risiko katarak sebagai efek dari penuaan atau penurunan macular.
- Diabetes: pasien yang cenderung memiliki gangguan lebih rendah pada ginjal, mata, dan saraf jika mereka mengonsumsi banyak saryur dan buah yang kaya akan vitamin C.
- Anemia: vitamin C dapat berfungsi sebagai penyerap besi dalam darah yang menghambat aliran darah menuju ke otak sebagai penyebab dari anemia.
- Berkurangnya kadar timbal dalam tubuh juga hanya terjadi pada mereka yang cukup mengonsumsi vitamin C.
- Histamine: Histamine adalah zat yang dihasilkan dari sistem imunitas tubuh, menyebabkan inflamasi (peradangan) dan masalah lainnya. Pada tahun 1992, penelitian menemukan kadar histamine dalam darah yang rendah pada orang yang mengonsumsi 2 gram vitamin C per hari.
- Mabuk Laut: pada studi terhadap 70 orang yang mengonsumsi setidaknya 2 gram vitamin C atau placebo kemudian di letakkan dalam sebuah rakit atau sampan selama 20 menit, mereka dapat mengurangi rasa mabuk laut.
Berapa Vitamin C yang Dikonsumsi?
Terlalu banyak vitamin C dapat menyebabkan masalah. Namun demikian, konsumsi lebih dari 1000 mg per hari dapat berarti tidak semua vitamin C terserap dalam usus. Ini dapat menjadi pemicu diare dan masalah lambung yang tak nyaman. Seperti sendawa berlebihan karena asam tinggi.
Penggunaan vitamin C dalam bentuk suplemen tidak dalam bentuk makanan dapat menyebabkan batu ginjal dan hal ini dapat meningkatkan risiko kardiovaskular pada wanita menopause.
Orang yang memiliki masalah dengan kelainan penyerapan besi dalam tubuh sebaiknya berkonsultasi pada dokter sebelum mengonsumsi suplemen vitamin C karena dapat menyebabkan kerusakan jaringan sel.
Rekomendasi maksimal vitamin C yang boleh dikonsumsi untuk orang dewasa laki-laki atau perempuan adalah sebanyak 2000 mg.
sumber: Nordqvist, Joseph. "Vitamin C: Why is it important?." Medical News Today. MediLexicon, Intl., 10 Apr. 2017. Web.
11 Sep. 2017.
11 Sep. 2017.


Post a Comment for "Kenapa Vitamin C Sangat Penting?"