Atasi Rambut Rontok dan Kebotakan
Rambut Rontok dan Kebotakan? Adakah Solusinya?
Kebotakan adalah bagian dari proses penuaan yang dialami oleh seseorang dan sebagian lain disebabkan oleh stress yang tinggi. Kerontokan rambut yang dialami pada laki-laki dan perempuan hingga saat ini belum menemukan penyelesaian yang memuaskan. Beberapa penelitian belum membuahkan hasil yang maksimal.
Androgenetic alopecia, adalah penyebab yang diketahui menyebabkan rambut rontok dan kebotakan pada laki-laki dan perempuan. Sekitar 30 juta perempuan dan 50 juta laki-laki terkena masalah rambut rontok dan kebotakan di Amerika.
Pada laki-laki, kerontokan rambut dimulai dari bagian atas dengan pola yang berbentuk “M”. Kerontokan rambut biasanya terjadi secara parsial atau sebagian sebelum semua rambut rontok dan mengalami kebotakan. Sedangkan pada perempuan tidak terjadi kebotakan akan tetapi ketebalan rambut berkurang dari biasanya.
Pola kerontokan rambut pada laki-laki disebabkan oleh hormon. Kerontokan pada laki-laki dimulai pada masa-masa dewasa. Sekitar 2/3 laki-laki mulai mengalami kerontokan rambut pada usia 35 tahun dan sekitar 85% laki-laki mengalami kerontokan rambut pada usia 50 tahun.
Penyebab kerontokan rambut pada perempuan belum diketahui secara pasti. Namun demikian, kerontokan rambut pada wanita terjadi karena menopause, yang mengindikasikan kondisi menurunnya hormon perempuan.
Karena hormon androgenetic alopecia menjadi penyebab kerontokan pada semua orang, pengobatan permanen tidak memberikan persentasi yang signifikan terhadap semua orang, akan tetapi hal ini dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan farmasi untuk melakukan riset lebih lanjut.
Tahap Pertumbuhan Rambut
Rambut tumbuh dari folikel rambut dan akar yang kuat dari dalam kulit. Di dalam kantung kelenjar rambut, sel-sel terpisah dan tumbuh untuk memproduksi rambut yang terbuat dari sel protein disebut keratin. Papilla yang berada disekitar kantung rambut mengandung pembuluh darah yang menutrisi rambut serta memberikan hormon agar rambut tetap sehat dan membentuk pola pada rambut yang tumbuh.
Folikel rambut sama dengan semua sel-sel dalam tubuh yaitu memiliki siklus. Rambut yang rontok melalui siklus alamiah sekitar 50-100 helai per hari. Tiap folikel rambut memproduksi rambut selama 2-6 tahun dan “istirahat” dalam beberapa bulan. Ketika folikel rambut sedang fase istirahat, disitulah rambut rontok dimulai. Sekitar 100.000 folikel rambut terdapat di dalam kulit kepala, tetapi bukan karena folikel rambut sedang fase istirahat membuat semua folikel istirahat akan tetapi terjadi secara bergantian, sehingga kerontokan rambut tidak dapat diperkirakan.
Para ilmuwan mengetahui bahwa folikel rambut memiliki kaitan dengan sensitivitas genetika terhadap dihydrotestosterone (DHT) yang didapat dari konversi testosterone dengan bantuan enzim.
Penanganan Kerontokan Rambut
Secara umum, terdapat beberapa penanganan yang dapat dilakukan. Sebagian penanganan terhadap rambut rontok hanya mengatasi kerontokan rambut saja tanpa hasil permanen.
Terdapat 2 macam obat yang disetujui badan legalisasi Amerika, Food and Drug Administration (FDA) untuk menangani kerontokan rambut yaitu minoxidil (rogaine) dan finasteride (propecia).
Minoxidil
Minoxidil digunakan untuk mengatasi kebotakan karena kecelakaan. Minoxidil secara luas digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi, tetapi para peneliti menemukan efek samping dari penggunaan minoxidil adalah tumbuhnya rambut di area yang tak diinginkan.
Minoxidil dalam bentuk lotion atau oles digunakan di kulit dan mungkin dapat meningkatkan aliran darah. American Hair Loss Association mengatakan para ahli sepakat bahwa minoxidil adalah obat yang efektif untuk menumbuhkan rambut dan melawan kerontokan rambut. Tidak ada efek samping dari penggunaan minoxidil terhadap hormon rambut. Sehingga jika pemakaian minoxidil dihentikan maka akan terjadi kerontokan rambut kembali.
Finasteride
Efek samping dari penggunaan finasteride untuk menumbuhkan rambut diketahui sebagai obat prostat selama penelitian dilakukan.
Finasteride menghambat enzim tipe II 5-alpha-reductase yang bertanggung jawab terhadap konversi testosterone menjadi androgen DHT. Level DHT dilaporkan dapat diturunkan sebanyak 60% ketika obat dikonsumsi yang memperbaiki struktur folikel rambut untuk kembali normal. Penggunaan obat ini tidak bisa diaplikasikan untuk perempuan. Penggunaan obat ini memiliki efek yang lebih lama daripada minoxidil.
sumber: medicalnewstoday


Post a Comment for "Atasi Rambut Rontok dan Kebotakan"