Tips Mengatasi Jerawat dan Penyebabnya
Jerawat dan Penyebabnya
Apa Itu Jerawat?
Jerawat adalah inflamasi kronis pada kulit yang memiliki kelenjar minyak berlebih. Persebaran jerawat pada tubuh macam-macam, dapat ditemui di wajah, leher, bahu, dada, dan punggung.
Jerawat dapat menimbulkan bekas seperti lubang pada wajah, komedo, kulit berwarna hitam atau flex, serta membuat ruam merah pada wajah yang terdapat jerawat.
Umumnya jenis jerawat yang ada adalah tipe jerawat vulgaris.
Jerawat umumnya menyerang remaja dengan usia 16-18 tahun. Hal ini disebabkan oleh faktor sosial dan psikis, secara khusus pubertas.
Mengapa Jerawat Sering Muncul Pada Usia Remaja?
Terdapat beberapa alasan paling umum penyebab terjadinya jerawat yang terjadi pada remaja melalui penelitian dan beberapa teori. Berikut ulasannya:
- Hormon seks dirubah menjadi Dihydrotestosterone (DHT) pada kulit yang menstimulasi minyak pada pori-pori kulit.
- Kelenjar minyak berlebih pada remaja merubah komposisi sebum sehingga jerawat mudah muncul pada kulit.
- Perubahan komposisi kelenjar minyak pada kulit memicu faktor inflamasi termasuk lipid peroxides, cytokines, neuropeptides, dan peptidases.
- Bulu halus pada kulit menjadi jembatan tebukanya pori-pori yang membawa kuman pemicu meradangnya jerawat atau komedo.
- Dinding folikel pada lapisan bulu dapat meningkatkan inflamasi pada kulit berjerawat.
Mengapa Jerawat Menjadi Parah Pada Orang Tertentu?
Beberapa orang yang terkena jerawat dapat menjadi parah karena hal-hal berikut ini:
- Faktor genetis (keluarga ada yang terkena jerawat parah dulunya)
- Faktor hormon (kelebihan hormon laki-laki) karena stress dan depresi, kegagalan kinerja enzim (sterol hydroxylase deficiency), hyperinsulinaemia dan ketahanan insulin pada wanita haid, dan sebagainya.
- Faktor lingkungan seperti kelembaban kulit yang terlalu tinggi, penggunaan kosmetik yang tidak aman, pola diet yang salah, terlalu sering menggunakan barang tertentu (biola).
- Kesalahan Pengobatan juga bisa menjadi pemicu jerawat
- Ketahanan tubuh seseorang terhadap penyakit atau terdapat ketidak seimbangan dalam sistem tubuh sehingga memicu jerawat.
Jerawat Dari Makanan?
Beberapa penelitian menyebutkan bahwa terdapat hubungan antara makanan yang dikonsumsi dan jerawat. Hal ini sangat sulit untuk dipelajari terkait pola diet dan jerawat.
Jerawat dilaporkan sangat jarang muncul pada orang yang diet rendah glycaemic seperti di Papua New Guinea, Paraguay, Kenya, Zambia, dan Bantu. Orang-orang yang berasal dari daerah tersebut diketahui lebih lambat matang secara seksual daripada umumnya yang dipengaruhi oleh pola makan dengan tingkat glycaemic lebih tinggi dari daerah lainnya di belahan dunia.
Beberapa studi menunjukkan bahwa rendahnya index konsumsi makanan yang mengandung glycaemic, rendah protein, rendah lemak, dan rendah diet menurunkan pemicu munculnya jerawat pada usia remaja.
Makanan Yang Meningkatkan Produksi Insulin
Makanan yang meningkatkan produksi insulin memiliki index glycaemic tinggi. Index glycaemic adalah pengukuran terhadap kadar karbohidrat dalam darah yang memengaruhi kadar gula dalam darah. Ketika manusia mengonsumsi makanan dengan index glycaemic tinggi seperti roti dan kudapan dengan metode oven, kadar gula dalam darah akan meningkat drastis. Peningkatan ini memicu produksi insulin dalam tubuh.
Meski susu sapi memiliki index glycaemic rendah, di dalamnya terkandung androgen, estrogen, progesterone, dan glucocorticoids yang memicul produksi sebum pada kelenjar minyak kulit. Susu juga mengandung asam amino (argine, leucine, dan phenylalanine) yang memproduksi insulin ketika dikonsumsi bersama karbohidrat. Beberapa komponen dalam susu juga memicu timbulnya komedo pada kulit termasuk whey protein dan iodine.
Kafein, theobromine, dan serotonine ditemukan dalam coklat yang mampu memproduksi insulin.
Makanan Bagi Penderita Jerawat
Beberapa orang dengan masala jerawat dilaporkan membaik setelah mengonsumsi makanan rendah glycaemic dengan meningkatkan makanan buah segar, sayuran, ikan, kacang polong dengan porsi setara atau berimbang.
Ide yang sangat baik untuk diterapkan pula dalam mengonsumsi rendah susu dan gula, biscuit, kudapan tinggi gula, es krim, dan minuman dalam kemasan yang mengandung tinggi gula. Pengurangan konsumsi daging dan asam amino juga membantu mengurangi jerawat.
Langkah untuk memeriksakan ke dokter adalah jalan terakhir jika diet dengan index glycaemic rendah tidak berpengaruh apapun terhadap kulit.
sumber: demnetnz



Post a Comment for "Tips Mengatasi Jerawat dan Penyebabnya"