Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sayuran Tidak Sehat?

Sayuran Yang Tidak Sehat Untuk Diet Dapat Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Sayuran Tidak Sehat?

Diet sayuran dikatakan sebagai bagian penting untuk mencegah penyakit jantung. Pernyataan ini dapat dibenarkan di semua kasus, akan tetapi ilmuwan menemukan bahwa ada beberapa tipe sayuran yang tidak baik untuk dikonsumsi, bahkan dapat meningkatkan risiko buruk bagi tubuh terutama jantung.

Para pakar menyatakan bahwa keuntungan dari diet sayuran ini jika dilakukan secara konsisten dapat mencegah gejala penyakit seperti kegemukan, diabetes, hipertensi, dan serangan jantung.

Di Amerika Serikat, sekitar 610.000 orang meninggal karena serangan jantung tiap tahunnya. Data ini di dapatkan dari Pusat Pencegahan dan Kontrol Penyakit Amerika Serikat (Centers for Disease Control and Prevention). CDC mengungkapkan meningkatnya gejala serangan jantung tersebut diakibatkan oleh rendahnya serapan nutrisi.

Penelitian sebelumnya menargetkan dampak dari diet sayur dengan dominasi makanan biji-bijian, kacang polong, sayuran, dan buah-buahan sebagai pencegahan dalam mengatasi penyakit jantung coroner.

Analisis yang lain menunjukkan bahwa diet sayuran baik untuk orang dengan diagnosa penyakit jantung iskemik dimana sangat direkomendasikan untuk mengonsumsi buah dan sayur sama seperti pencegahan bagi gejala jantung coroner.

Saat ini, penelitian terbaru dan lebih komprehensif memberikan wawasan tentang bahaya dan keuntungan dari macam-macam sayuran yang dapat dikonsumsi. Penelitian ini melibatkan spesialis dari Harvard T.H. Chan School of Public Health and Brigham and Women’s Hospital, Boston, MA.

Artikel ini menjelaskan tentang proses dan cara penyajian dengan ketua peneliti Dr. Ambika Satija. Penelitian ini telah di publikasi dalam jurnal Journal of the American College of Cardiology.

Sayuran Yang Tidak Sehat Menjadi Pemicu Penyakit

Sayuran Tidak Sehat?

Sebagai tujuan dari investigasi penelitian ini, para peneliti merekrut partisan dari orang dewasa dari tiga jurusan kesehatan yang berbeda. Partisan tersebut 166.030 perempuan dari jurusan keperawatan dan keperawatan tingkat lanjut serta 43.259 laki-laki dari jurusan professional kesehatan.

Partisan sebelumnya diberikan kuisioner yang berisi tentang gaya hidup, riwayat kesehatan, dan kesehatan lingkungan.

Penelitian ini tidak termasuk bagi orang yang terdiagnosa jantung coroner, kanker, stroke, dan operasi arteri jantung coroner.

Berdasarkan tingkat kesehatan sebanyak 8.631 partisan terjangkit jantung koroner. Menurut para peneliti, penyebab dari semua ini adalah kesalahan yang dibuat oleh orang dengan diet sayur tanpa mencari tahu lebih lanjut keuntungan dan kerugian dari sayuran yang dikonsumsi bagi kesehatan.

Oleh karena itu, para peneliti memutuskan untuk lebih memfokuskan pada 3 macam pola diet sayuran. Berikut uraiannya:
  • Diet yang dimaksimalkan hanya mengonsumsi sayuran tanpa sedikitpun nutrisi dari hewani.
  • Diet standard yaitu mengonsumsi sayuran dan buah-buahan tanpa daging.
  • Diet umumnya, mengonsumsi sayuran tetapi juga mengonsumsi makanan tak sehat seperti pemanis, soda, nasi, kentang, daging, dan lain-lain.
Hasil dari penelitian tersebut, partisan yang menerapkan pola diet sayuran tanpa konsumsi daging dan nutrisi turunannya serta partisan dengan diet standard didapati pengurangan risiko terhadap penyakit jantung. Akan tetapi diet tidak sehat yang masih mengonsumsi pemanis menimbulkan dampak negatif bagi jantung.

“Ketika kami menguji para partisan dengan tiga macam kategori makanan untuk mengetahui dampaknya terhadap risiko penyakit jantung, kami menemukan bahwa makanan sehat (sayuran) memiliki risiko paling rendah, disisi lain makanan yang kurang sehat dipadukan dengan daging menunjukkan gejala paling tinggi (penyakit jantung),” Dr. Satija.

Post a Comment for "Sayuran Tidak Sehat?"