Reproduksi dan Daur Infeksi Virus, Biologi SMA/MA Kelas X (Sepuluh)
Reproduksi dan Daur Infeksi Virus
Virus memiliki cara mereproduksi disebut dengan replikasi atau penggandaan materi asam nukleat yang membawa informasi genetika dengan bantuan sel inang. Sebagaimana diketahui virus tanpa sel inang tidak bisa berkembang biak dengan kata lain virus tidak aktif jika tidak ada sel inang. Berdasarkan jenis dan kondisi lingkungannya, virus dapat menginfeksi sel inang dengan beberapa cara yaitu daur lisogenik dan daur litik.
1. Daur Lisogenik
Daur virus ini tidak menyebabkan kematian sel inang secara langsung pada saat terjadinya infeksi oleh virus. Kondisi infeksi pada daur virus lisogenik tidak menyebabkan gejala tertentu pada sel inang. Sel inang yang berkembang biak secara otomatis akan mewariskan kode genetik virus yang ada. Pada daur lisogenik, virus tidak langsung aktif ketika menjangkiti sel inang. Akan tetapi virus sewaktu-waktu dapat menjadi aktif dan mereplika diri secara cepat dengan faktor fisika atau kimia sebagai pemicunya. Sebgai contohnya adalah radiasi sinar ultraviolet.
2. Daur Litik
Virus yang melakukan daur litik setelah menginfeksi sel inang diikuti dengan replika diri sebanyak mungkin dengan sangat cepat sehingga menyebabkan kerusakan dan kematian sel inang. Setelah mereplika dirinya, dengan segera virus menginfeksi sel inang yang lain dan dengan cara yang sama yang berujung pada kematian sel inang.
![]() |
| Daur Virus |
Perkembang biakan virus tidak dilakukan dengan cara membelah komponen penyusunnya akan tetapi dengan menggandakan diri dengan bantuan sel inangnya. Proses replikasi dimulai saat infeksi pertama kali oleh virus terhadap sel inang. ARN/ADN virus langsung menontak ribosom (organela tempat memproduksi protein) dengan pelepasan pelindung virus terlebih dahulu yang dilakukan oleh enzim di dalam sel. Sitesis protein dengan spesifik berlangsung dengan berisikan materi ARN/ADN virus. Pada saat yang sama terjadi pula penggandaan tameng pelindung virus berupa selubung protein. Setelah komponen virus terbentuk, terjadi perakitan materi virus yang berisi asam nukleat dan protein sebagai selubung pelindung pembawa informasi genetik. Sebgaian jenis virus keluar bersamaan dengan matinya sel sedangkan sebagian yang lain tidak mematikan sel inangnya dan keluar melalui membrane.
Tahap replikasi virus pada daur litik.
1. Tahap Adsorbsi, proses menempelnya virus pada permukaan sel inang. Reseptor virus akan memilih tempat untuk menempel dengan materi yang berisi protein yang dapat dikendalikan oleh virus.
2. Tahap Injeksi, virus yang telah menempel pada permukaan sel akan menginjeksikan dirinya pada membrane sel dan masuk ke dalam sitoplasma. Beberapa virus hanya menginjeksikan materi genetikanya sementara selubung pelindung (jika ada) tetap di permukaan sel. Infeksi virus pada tumbuhan keras (dinding sel) dilakukan dengan bantuan serangga yang memakan tumbuhan tersebut. Lain halnya dengan hewan, virus yang masuk ke dalam hewan melalui proses fagositosis.
![]() |
| Proses Daur Litik |
3. Tahap Sintesa Protein, setelah materi genetika virus masuk ke dalam sel inang, virus akan mengendalikan sel inang untuk keperluan replikasi. Produksi protein pada sel inang pun tidak dapat dikendalikan lagi, sehingga protein yang diproduksi oleh sel adalah protein yang dibutuhkan oleh virus itu sendiri. Kapsomer adalah protein yang dihasilkan sebagai pelindung materi genetik virus dan protein enzim sebagai bahan replikasi materi genetika virus.
4. Tahap Replikasi, proses replikasi ini berlangsug dalam nukleus maupun sitoplasma tergantung pada jenis virus yang menginfeksi. Tahap ini juga menghasilkan materi genetika virus yang sama persis seperti induknya.
5. Tahap Perakitan, materi atau komponen virus yang telah terbentuk kemudian dirangkai atau dirakit dengan kapsid. Masing-masing ADN/ARN yang telah terbentuk masuk ke dalam kapsid sehingga membentuk virus baru yang utuh.
6. Tahap Litik, keluarnya virus dari sel inang diikuti dengan rusaknya (lisis) sel inang. Beberapa jenis virus keluar melalui membrane sel tanpa merusak sel inang.
![]() |
| Bakteriofag |
Daur lisogenik memiliki proses yang sama dengan daur litik namun terjadi perbedaan pada proses aktivasi virus. Pada proses lisogenik, virus tidak langsung aktif mereplika dirinya akan tetapi baru akan aktif (perakitan materi genetika virus) setelah terjadi perubahan karena faktor kimia atau fisika. Misalnya adalah bakteriofag, virus yang menjangkiti bakteri tersebut tidak langsung membunuh bakterinya maupun keluar darinya. Akan tetapi komponen virus akan diturunkan bersamaan dengan reproduksi yang dilakukan oleh bakteri. Pada kondisi tertentu paparan sinanr ultraviolet mengaktifkan virus yang ada di dalam bakteri dan dengan segera merangkai komponen materi genetika yang telah tersedia yang menyebabkan matinya bakteri saat itu juga.



Post a Comment for "Reproduksi dan Daur Infeksi Virus, Biologi SMA/MA Kelas X (Sepuluh)"