Kafein Dapat Mengurangi Rasa Sakit
Kafein Dapat Mengurangi Rasa Sakit Setelah Operasi Yang Disebabkan Oleh Sulit Tidur
Rasa sakit pasca operasi diperburuk dengan sulit tidur sebelum operasi, saran untuk penelitian terbaru. Ini bukan tentang berita buruk semuanya, karena penelitian juga menemukan bahwa kafein dapat membantu untuk menetralkan efek tersebut.
Studi yang dilakukan oleh Dr. Giancarlo Vanini, Fakultas Anesthesiology, University of Michigan di Ann Arbor, bersama tim baru saja melaporkan hasil penelitian mereka di jurnal Sleep.
Di dalam kajian menyebutkan bahwa lebih dari 80% dari pasien yang mengalami pengalaman menyakitkan ketika prosedur operasi dan sekitar 75% melaporkan rasa sakit sedang, berat, dan sangat berat.
Penelitian sebelumnya telah menyarankan bahwa tidak cukup tidur sebelum dan sesudah prosedur operasi atau pembedahan dapat meningkatkan rasa sakit yang luar biasa hebat.
“Dengan demikian, ketika hubungan antara tidur dan rasa sakit telah diketahui pasti, masalah utamanya adalah mekanisme di dalam tubuh belum diketahui pasti,” pungkas Dr. Vanini.
Tidur, Rasa Sakit Operasi, dan Otak
Untuk penelitian terakhir ini, Dr. Vanini dan tim mencari tahu lebih lanjut tentang bagaimana pengaruh sulit tidur sebelum operasi yang menyebabkan sakit setelah operasi dan pemulihan.
Lebih jauh, tim menginvestigasi kafein yang diketahui sebagai stimulan dapat membantu mengurangi rasa sakit pasca operasi dengan sulit tidur sebagai pemicu sebelumnya.
Untuk menjawab pertanyaan mereka, tim melakukan pembedahan pada tikus putih laki-laki dan perempuan, sebagiannya dimanipulasi sulit tidur sebelum prosedur operasi.
Hasilnya menunjukkan bahwa tikut mencit yang dimanipulasi tidurnya lebih sensitif terhadap rasa sakit operasi dan membutuhkan waktu lebih lama untuk pemulihan. Sedangkan tikus mencit yang cukup tidur sebelum prosedur operasi dilakukan sebaliknya, tahap terhadap rasa sakit dan proses pemulihan lebih cepat.
Menariknya, tim menemukan bahwa senyawa tertentu dapat menghambat reseptor untuk adenosin, termasuk di dalamnya neurotransmitter sebagai pengatur waktu tidur, di dalam bagian hipotalamus otak tikus mencit yang mampu mengurangi efek susah tidur pasca operasi.
“Hasil ini berupa identifikasi bagaian otak, neurotransmitter, dan mekanisme reseptor yang berfungsi untuk mengatur hubungan antara tidur, sulit tidur, dan rasa sakit,” ungkap tim peneliti.
Kafein Mengurangi “Susah Tidur” Disebabkan Rasa Sakit Operasi
Para tim peneliti kemudian menguji efek dari kafein, yang telah diketahui sebelumya dapat menghambat reseptor adenosin, unutk rasa sakit pada tikus percobaan.
Mereka menemukan bahwa kafein dapat mengurangi rasa sakit setelah operasi akan tetapi hanya untuk tikus percobaan yang sulit tidur (gelisah) sebelum operasi.
“Kami berfikir bahwa kafein dapat mencegah meningkatnya rasa sakit dengan menghambat perubahan bagian neurochemical yang disebabkan oleh sulit tidur (gelisah) pada bagian tertentu dalam otak yang mengontrol tidur dan terjaga serta bagian yang merespon rasa sakit,” tukas Dr. Vanini.
Meski penelitian ini perlu dilakukan pendalaman lebih lanjut, tim peneliti percaya bahwa tidur yang cukup sangat penting sebelum prosedur operasi dilakukan.
sumber: medicalnewstoday



Post a Comment for "Kafein Dapat Mengurangi Rasa Sakit "