Faktor dan Nutrisi yang memengaruhi Pertumbuhan Bakteri, Lanjutan.. Biologi SMA/MA Kelas X (Sepuluh)
Faktor dan Nutrisi yang memengaruhi Pertumbuhan Bakteri, Lanjutan..
Mahluk hidup membutuhkan kondisi lingkungan yang sesuai untuk berkembang biak selain dari nutrisi yang baik untuk dapat menyuplai kebutuhan hidup tidak terkecuali bagi bakteri. Kondisi lingkungan sangat berpengaruh terhadap aktivitas dan pola pertumbuhan bakteri. Berikut beberapa faktor yang dibutuhkan oleh bakteri untuk dapat berkembang biak.
a. Oksigen
Setiap mahluk hidup membutuhkan oksigen untuk melakukan proses metabolisme biokimiawi di dalam tubuh meski beberapa jenis mahluk hidup dapat tumbuh anaerob. Respirasi merupakan proses metabolisme dalam tubuh tiap mahluk hidup untuk menghasilkan energi. Bakteri terbagi menjadi tiga kelompok berdasarkan kebutuhannya terhadap oksigen.
1. Bakteri aerob obligat
Bakteri aerob obligat membutuhkan oksigen bebas untuk melakukan proses respirasi. Bakteri ini membutuhkan tempat yang tersedia cukup banyak oksigen di alam bebas. Fungsi dari oksigen sendiri ialah untuk memecah bahan organik (zat makanan) sehingga terbentuklah energi. Sebagai contoh bakteri Bacillus substilis, Pseudomonas aeruginosa, Thiobacillus ferooxidans, dan Mycobacterium tuberculosis.
2. Bakteri anaerob obligat
Bakteri jenis ini tidak memerlukan oksigen bebas untuk melakukan proses metabolisme dalam tubuhnya. Bakteri jenis ini hanya dapat tumbuh kembang pada kondisi lingkungan yang tidak memiliki oksigen bebas. Bakteri jenis ini menggunakan enzim tertentu sebagai bahan untuk memecah bahan organik yang masuk sebagai makanan untuk menjadi energi. Daintaranya bakteri Clostridium tetani, Bacteroides, dan Methanobacterium.
![]() |
| Bakteri E. Coli |
3. Bakteri anaerob fakultatif
Pada kondisi lingkungan yang rendah dengan oksigen bakteri jenis ini dapat hidup dan tumbuh kembang dengan baik. Oksigen bagi bakteri ini hanya digunakan sebagai pemacu metabolisme pada proses respirasi sehingga makin sedikit oksigen yang ada maka makin efisien dalam melakukan proses respirasi. Contoh bakteri jenis ini adalah Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Streptococcus pneumonia.
b. Suhu
Suhu sangat memengaruhi reaksi yang terjadi pada proses respirasi bakteri. Masing-masing bakteri menghendaki suhu yang berbeda-beda untuk melakukan proses respirasi. Berdasarkan suhu optimum bakteri, terdapat tiga kelompok bakteri.
1. Bakteri psikrofil adalah bakteri yang mampu hidup pada suhu 0-30 derajad celcius dengan kondisi optimal 15 derajad celcius. Contohnya Achromobacter, Alcaligenes, Flavobacterium, dan Pseudomonas.
2. Bakteri mesofil hidup pada rentang suhu 25-37 derajad celcius dengan optimal suhu pada 32 derajad celcius. Secara umum bakteri jenis ini hidup di dalam pencernaan. Bakteri yang bersifat patogen pada hewan merupakan bakteri mesofil.
3. Bakteri termofil mampu hidup pada kondisi ekstrim yaitu di atas 40 derajad celcius. Rentang suhu optimum bakteri ini berada pada 55-60 derajad celcius. Bakteri jenis ini banyak ditemui pada kawah gunung berapi, geiser, sumber air panas, dan lain-lain. Diantara lain Sulfolobus acidocaldarius, Chloroflexus, dan Thermus aquaticus.
c. Kelembapan
Bakteri pada lingkungan yang lembab dapat tumbuh dengan baik. Metabolisme akan terhenti jika kondisi lingkungan kering. Pada kondisi yang tidak memungkinkan untuk hidup, bakteri membetuk spora agar dapat bertahan hidup dalam jangka waktu yang lama.
![]() |
| Bakteri Mesofil |
d. Tekanan Osmosis
Tekanan memengaruhi pola hidup mahluk hidup tidak terkecuali bagi bakteri yang menghendaki tekanan yang sama (isotonis). Bakteri sulit untuk hidup pada kondisi hipertonis (missal larutan gula atau garam pekat) yang menyebabkan membran sel terlepas dari dinding sel, peristiwa ini disebut dengan plasmolisis. Beberapa bakteri diketahui dapat hidup pada kondisi lingkungan yang jenuh. Bakteri yang dapat hidup di lingkungan dengan kadar garam yang tinggi disebut bakteri halofil.
e. Derajad Keasaman atau pH
pH memiliki kaitan erat dengan kinerja enzim pada bakteri. pH yang tinggi atau diluar batas optimum bakteri meyebabkan kerusakan enzim bakteri sehingga metabolisme sel terganggu. Umumnya bakteri hidup pada pH antara 6,5-7,5 meski ada beberapa bakteri yang mampu hidup pada kondisi asam pekat maupun basa pekat. Bakteri yang dapat hidup pada pH 1,3 adalah Thibacillus ferrooxidans.
f. Radiasi
Radiasi cahaya matahari menyebabkan kerusakan pada bakteri nonfotosintetik. Panjang gelombang cahaya pendek dapat menyebabkan ionisasi komponen sel yang berakibat pada kematian. Oleh karenanya radiasi sinar gamma, sinar ultra violet, dan sinar X digunakan dalam industri makanan sebagai tahap untuk sterilisasi.
g. Senyawa Kimia
Bahan kimia berupa antiseptik, desinfektan, dan antibiotik dapat merusak dan membunuh sel bakteri sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri.


Post a Comment for "Faktor dan Nutrisi yang memengaruhi Pertumbuhan Bakteri, Lanjutan.. Biologi SMA/MA Kelas X (Sepuluh)"