Eubacteria, Biologi SMA/MA Kelas X (Sepuluh), Lanjutan..
Struktur dan Bentuk Bakteri, Lanjutan..
b. Flagela dan Pili
Terdapat beberapa jenis bakteri yang dapat berpindah tempat dengan cara berenang memanfaatkan flagella yang kecil, berpilin, dan kaku. Panjang flagela bakteri diantara 3-12 nanometer. Umumnya bakteri berbentuk spirilum dan basil yang memiliki flagela. Bakteri tersebut terbagi menjadi 5 kelompok berdasarkan letak flagelanya.
- Atrik, bakteri tanpa flagela.
- Monotrik, bakteri dengan satu buah flagela saja.
- Lofotrik, bakteri yang memiliki sekelompok flagela pada salah satu ujung selnya.
- Amfitrik, bakteri tipe ini memiliki flagela pada kedua ujung selnya, baik flagela dengan hidup berkelompok atau tunggal.
- Peritrik, bakteri dengan permukaan selnya dikelilingi flagela seluruhnya.
![]() |
| Tipe penataan flagel pada bakteri: a) Monotrik, b) Lofotrik, c) Amfitrik, d) Peritrik |
Escherichia coli dan Neisseria gonorrhoeae merupakan contoh dari bakteri yang memiliki flagela pendek dan lurus yang disebut pili. Fimbria atau pili memiliki ukuran yang lebih pendek dari flagela, dengan panjang beberapa mikrometer dan diameter yang lebih kecil serta bentuk yang lebih lurus dibandingkan dengan flagela. Pili digunakan sebagai alat bantu bakteri untuk menempel di permukaan, termasuk juga sebagai pelekat jaringan tumbuhan dan hewan yang menjadi objek untuk disinggahi. Umumnya pili terdapat pada bakteri gram negatif. Sel bakteri melakukan seks dengan cara konjugasi (pertukaran materi genetik), pertukaran ADN diantara dua sel terjadi pada pili khusus yang disebut dengan pili seks.
c. Kapsul
Jenis bakteri yang menyebabkan penyakit pneumonia, Penumococcus, memiliki sel yang dilapisi oleh lendir kental disebut dengan kapsul. Kapsul memiliki ketebalan yang bervariasi dari yang sangat tebal hingga tipis. Pembuatan kapsul terjadi di dalam sitoplasma yang kemudian dikeluarkan melewati dinding sel. Polimer karbohidrat sederhana adalah penyusun kapsul secara umum dan berfungsi sebagai bahan cadangan makanan. Streptococcus pneumonia yang masuk ke dalam golongan bakteri patogen memiliki kapsul yang bersifat patogen juga. Bakteri yang telah kehilangan kapsulnya akan menyebabkan hilangnya kemampuan untuk menginfeksi.
![]() |
| a) Bakteru gram positif dan b) Bakteri gram negatif |
d. Dinding Sel
Membran sitoplasma dan dinding sel membatasi sel bakteri. Dinding sel bakteri tidak sama dengan yang dimiliki oleh tumbuhan karena tidak memiliki jaringan yang rumit dan selulosa. Ketebalan dinding bakteri berkisar antara 10-35 nanometer. Bakteri selalu memiliki bentuk yang tetap karena adanya dinding sel. Peptidoglikan atau mukopeptida adalah polisakarida yang membentuk ikatan dengan protein berfungsi sebagai penyusun dinding sel bakteri. Bakteri dengan gram positif mempunyai dinding sel yang cukup tebal, tersusun hanya satu lapis yang banyak mengandung asam tekoat dan peptidoglikan. Sedangkan bakteri gram negatif memiliki dinding sel yang lebih tipis tersusun atas 3 lapis penyusun dan lapisan di bagian tengah berupa peptidoglikan serta tidak mengandung asam tekoat.
e. Struktur Sel
Di dalam bakteri, dinding sel bakteri berbatasan dengan membrane sitoplasma. Terdapat beberapa organel penting untuk kehidupan bakteri di dalam sitoplasma.
![]() |
| Struktur sel umum bakteri |
1. Membran Sitoplasma
Tempat berlangsungnya reaksi biokimiawi bagi sel serta membantu proses transportasi zat dalam sel. Lemak dan protein menjadi penyusun atas membran sel seperti membran eukariotik. Terdapat tonjolan-tonjolan ke dalam membentuk struktur yang disebut dengan mesosom pada tempat tertentu pada membran sitoplasma. Fungsi daripada mesosom ialah memperluas permukaan sel bagian dalam. Di dalam mesosom terdapat enzim sehingga menjadi tempat pembentukan energi bagi bakteri. Peran lain mesosom adalah sebagai bagian yang berperan dalam sintesis dinding sel dan pembelahan sel.
2. Sitoplasma
Metabolisme dalam sel dengan proses reaksi biokimiawi merupakan fungsi dari sitoplasma. Koloid sebagai penyusun dari sitoplasma berisi nutrien, ribosom, enzim, inklusi, dan ADN. Suatu kantong yang dibatasi membran serupa dengan membran sitoplasma yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan hasil dari metabolisme disebut juga inklusi. Ada beberapa jenis inklusi, seperti inklusi uang berisi volutin (fosfat anorganik), lemak, dan glikogen. Tempat untuk memproduksi protein adalah ribosom. Pada bakteri, ribosom berukuran lebih kecil dari ribosom sel eukariotik dengan tipe ARN-ribosomnya yang berbeda pula. Kinerja ribosom bakteri lebih mudah untuk dihambat oleh antibiotik daripada ribosom sel eukariotik. ADN bakteri memiliki materi genetik dengan bentuk sirkuler, yang terdiri dari dua utas polinukleotida yang berpilin dan terletak di tengah sel (daerah nukleus/inti) tanpa membran inti sebagai pembatas.
![]() |
| Endospora bakteri |
3. Kista dan Spora
Terdapat beberapa jenis bakteri yang menghasilkan spora, baik yang berada di dalam sel (endospora) maupun yang di luar sel (eksospora). Sel bakteri yang dorman (tidak aktif) disebut dengan spora yang terbentuk akibat dari kondisi lingkungan yang tidak mendukung untuk berkembang biak. Spora mampu bertahan dalam kondisi yang tidak menguntungkan seperti radiasi sinar UV, kekeringan, panas, hingga ketahanan terhadap desinfektan. Ketika kondisi lingkungan menguntungkan maka spora akan berkecambah dan membentuk bakteri seperti asalnya. Sebagai contoh, Clostridium dan Bacillus adalah bakteri yang menghasilkan endospora. Disebut kista karena dinding sel menjadi lebih tebal dan dorman ketika kondisi lingkungan tidak memungkinkan untuk berkembang biak, contohnya adalah Azotobacter dan Bdellovibrio.




Post a Comment for "Eubacteria, Biologi SMA/MA Kelas X (Sepuluh), Lanjutan.."