Struktur dan Ciri Virus, Biologi SMA/MA Kelas X (Sepuluh)
Struktur dan Ciri Virus
Telah diketahui bahwa virus tidak dapat hidup jika tidak ada inang akan tetapi virus memiliki kemampuan untuk menonaktifkan diri pada kondisi ekstrim atau dengan kata lain virus tidak mati ketika tidak menemukan inang untuk dapat hidup. Pernyataan ini diperkuat dengan teknologi yang dapat mengkristalkan virus. Virus dapat menginfeksi inang melalui udara, makanan dan minuman, dan transfusi darah. Virus yang tersusun atas asam nukleat dan protein membawa informasi genetik sehingga menyebabkan inang yang terinfeksi virus dapat merubah struktur genetikanya. Protein pada virus berfungsi sebagai tameng pelindung asam nukleat yang membawa informasi genetik.
Asam Dioksiribonukleat (AND) dan Asam Ribonukleat (ARN) merupakan jenis asam nukleat yang dimiliki oleh virus. Protein virus sendiri ada yang berfungsi sebagai enzim. Beberapa virus memiliki tameng pelindung tidak hanya protein akan tetapi juga mengandung glikoprotein (karbohidrat) dan lipoprotein (lemak). Umumnya virus hanya memiliki satu selubung pelindung. Kapsid ialah nama lain dari pelindung virus, tersusun oleh protein yang disebut kapsomer. Nukleokapsid adalah nama lain dari kapsid yang berisi asam nukleat. Lipoprotein atau lemak merupakan pelindung tambahan berbentuk membran yang menutupi nukleokapsid dan disebut dengan kapsul. Terdapat beberapa jenis virus yang memiliki alat tambahan seperti serabut dan ekor. Vivirion adalah virus yang memiliki struktur sempurna, matang, dan mampu menginfeksi sel. Berikut fungsi kapsid bagi vivirion.
1. Pelindung asam nukleat dari kerusakan semisal yang disebabkan oleh enzim perncernaan (nuklease).
2. Di permukaan kapsid terdapat bagian yang berfungsi untuk mengenali reseptor (tempat melekat) pada permukaan sel inang.
3. Penyedia protein enzim yang berfungsi sebagai alat untuk menembus membran sel inang saat melakukan infeksi.
Sifat virus seperti benda hidup dan benda mati. Dikatakan seperti benda mati karena virus dapat dikristalkan dan disebut sebagai benda hidup karena virus dapat berkembang biak seperti mahluk hidup dengan syarat sel inangnya hidup dengan baik. Selebihnya virus tidak dapat dikatakan sebagai sel, hal ini karena virus hanya tersusun atas selubung protein dan asam nukleat yang belum memiliki membrane sel, sitoplasma, dan organel sel. Dan virus tidak dapat melakukan metabolismenya sendiri.
![]() |
| Bentuk Dasar Virus: a) Spiral, b) ikosahedron, c) Virus dengan pelindung, d) Virus berbentuk T |
Virus memiliki ukuran yang beraneka ragam, variasi diameternya berkisar antara 20-300 nanometer. Ukuran terbesar virus yang pernah diidentifikasi memiliki panjang beberapa mikron tetapi lebarnya biasanya kurang dari 100 nanometer. Wajar saja jika ada virus yang menjangkit bakteri (bakteriofag) karena ukuran bakteri yang terkecil adalah 10 mikron. Para ilmuawan mengelompokkan bentuk virus untuk memudahkan identifikasi.
1. Spiral
2. Ikosahedron
3. Berpelindung
4. Kompleks
Empat kelompok besar diatas memudahkan para peneliti virus untuk menggolongkan bentuk-bentuk virus serta keperluan studi lanjutan. Bentuk poligon 20 sisi (ikosahedron) adalah virus terkecil yang pernah diidentifikasi dengan ukuran 18-20 nanometer. Rata-rata virus yang menjangkiti tumbuhan memiliki bentuk poligon atau filamen dengan ukuran yang kecil sedangkan virus yang menjangkiti hewan bentuk dan ukurannya bervariasi. Virus yang berbentuk bulat dengan kisaran diameter 60-300 nanometer biasanya memiliki perlindungan kompleks seperti lipoprotein, glikoprotein, atau gabungan dari keduanya. Berikut pengelompokan virus berdasarkan jenis inangnya.
1. Virus bakteri, virus yang menginfeksi bakteri.
2. Virus tanaman, infeksi yang masuk kedalam sel tanaman disebarkan oleh serangga atau organisme lain.
3. Virus hewan, virus ini dapat menginfeksi hampir semua jenis hewan mulai dari protozoa bahkan hingga manusia. Beberapa terdapat virus yang hanya mau menginfeksi satu jenis hewan saja namun ada juga virus yang menjangkiti beberapa jenis hewan sekaligus.


Post a Comment for "Struktur dan Ciri Virus, Biologi SMA/MA Kelas X (Sepuluh)"